<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-11030543</id><updated>2011-11-27T15:31:35.777-08:00</updated><title type='text'>BULETIN ONLINE TEKNOLOGI INFORMASI</title><subtitle type='html'>Situs ini didesain untuk menampilkan beragam informasi tentang dunia TEKNOLOGI INFORMASI yang terus berkembang pesat saat ini. Penanggung jawab situs ini ialah Sdr.  M. Jafar Elly, seorang praktisi komputer yang telah malang melintang di dunia teknologi informasi selama lebih kurang 20 tahun. Kontak : hp 0816.1174874 or 64713850 pes. 337 fax. 64711948</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://teknologi-informasi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11030543/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teknologi-informasi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Muhamad Jafar Elly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0ZrRy74hjH0/SZAMX4UhkFI/AAAAAAAAAIo/lZ0e9T1i1tc/S220/foto_baru.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>9</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11030543.post-2716264148485366067</id><published>2009-04-23T08:08:00.000-07:00</published><updated>2009-04-23T08:19:31.905-07:00</updated><title type='text'>SINOPSIS INFO BUKU BARU</title><content type='html'>JUDUL        : SISTEM INFORMASI GEOGRAFI MENGGUNAKAN ArcView 3.2 dan ER Mapper 6.0&lt;br /&gt;PENULIS      : MUHAMAD JAFAR ELLY&lt;br /&gt;PENERBIT     : P.T. GRAHA ILMU YOGYAKARTA&lt;br /&gt;TERBITAN     : APRIL 2009&lt;br /&gt;HARGA SATUAN : Rp. 35.000 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BUKU DAPAT DIBELI DI TOKO BUKU GUNUNG AGUNG DAN GRAMEDIA DI SELURUH INDONESIA ATAU PESAN LANGSUNG KE EMAIL jafar_elly08@yahoo.com atau ke Hp. 0816.1174874 atau kontak langsung ke Staf pemasaran GRAHA ILMU di 0811.2505318 (OKI)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=========================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem Informasi Geografi (SIG) bukanlah teknologi baru dalam dunia ilmu computer. Keandalannya dalam menganalisis suatu masalah secara spasial telah menarik minat sebagian besar orang untuk mengimplementasikan teknologi ini dalam berbagai bodang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini hadir untuk memberikan pemahaman konsep dan implementasi SIG secara sederhana dengan mengambil contoh kasus perencanaan wisata bahari menggunakan aplikasi ArcView 3.2 dan ERMapper 6.4.  ArcView 3.2 sengaja digunakan dalam buku ini karena kemudahannya dan banyak dipakai di berbagai instansi dan perguruan tinggi. Sedangkan ERMapper 6.4 adalah aplikasi pengolah citra yang cukup mudah digunakan belum banyak orang memanfaatkan kecanggihan aplikasi ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu kelebihan buku ini adalah dapat menjelaskan bagaimana mengolah citra dalam ERMapper 6.4 lalu mengombinasikan citra hasil olahan tersebut dengan peta-peta rupa bumi di dalam ArcView 3.2. Langkah demi langkah dapat diikuti dengan mudah sehingga pembaca atau pengguna SIG dapat memahami cara-cara mengolah citra dan menganalisis data spasial dari berbagai sumber. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembahasan yang sederhana pada setiap bab dalam buku ini akan memudahkan para pembaca memahami  konsep dan implementasi SIG.  Oleh karena itu, bagi anda yang ingin mempelajari dan mengembangakan SIG untuk memecahkan suatu masalah secara spasial, buku ini sangat layak dijadikan pegangan sekaligus memperkaya khasanah pengetahuan anda di bidang SIG.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11030543-2716264148485366067?l=teknologi-informasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teknologi-informasi.blogspot.com/feeds/2716264148485366067/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11030543&amp;postID=2716264148485366067&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11030543/posts/default/2716264148485366067'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11030543/posts/default/2716264148485366067'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teknologi-informasi.blogspot.com/2009/04/sinopsis-info-buku-baru.html' title='SINOPSIS INFO BUKU BARU'/><author><name>Muhamad Jafar Elly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0ZrRy74hjH0/SZAMX4UhkFI/AAAAAAAAAIo/lZ0e9T1i1tc/S220/foto_baru.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11030543.post-8745483394042398508</id><published>2009-03-03T05:47:00.000-08:00</published><updated>2009-03-03T05:52:26.338-08:00</updated><title type='text'>RTI-TEMU-1</title><content type='html'>1. PENGENALAN METODOLOGI PENELITIAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pengertian Metodologi Penelitian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metodologi penelitian berasal dari kata “Metode” yang artinya cara yang tepat untuk melakukan sesuatu dan “Logos” yang artinya ilmu atau pengetahuan. Jadi Metodologi itu artinya cara melakukan sesuatu dengan menggunakan pikiran secara seksama untuk mencapai suatu tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum penelitian adalah suatu kegiatan untuk mencari, mencatat, merumuskan dan menganalisis sampai menyusun laporan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut beberapa ahli, penelitian itu memiliki defenisi yang berbeda-beda, antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Penelitian adalah pemikiran yang sistimatis mengenai berbagai jenis masalah yang pemecahannya memerlu-kan pengumpulan dan penafsiran faka-fakta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Penelitian adalah penyelidikan dari suatu bidang ilmu pengetahuan yang dijalankan untuk memperoleh fakta-fakta atau prinsip-prinsip dengan sabar, hati-hati serta sistimatis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Penelitian adalah suatu kegiatan untuk menemukan, mengembangkan dan menguji kebenaram suatu pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Penelitian adalah suatu cara untuk memahami sesuatu melalui penyelidikan atau usaha mencari bukti-bukti yang akurat sehubungan dengan masalah tersebut yang dilakukan secara hati-hati sekali sehingga diperoleh pemecahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari defenisi-defenisi tersebut, dapatlah ditarik kesimpul-an bahwa yang dimaksud dengan metodologi penelitian adalah “Suatu cabang ilmu pengetahuan yang mem-bicarakan tentang cara-cara melaksanakan penelitian (mencakup kegiatan-kegiatan mencari, mencatat, merumuskan, menganlisis hingga menyusun laporannya) berdasarkan fakta-fakta atau gejala-gejala secara ilmiah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih luas lagi dapat dikatakan bahwa metodologi penelitian adalah “ilmu yang mempelajari cara-cara melakukan pengamatan dengan pemikiran yang tepat secara terpadu melalui tahapan-tahapan yang disusun secara ilmiah untuk mencari, menyusun, menganalisis dan menyimpulkan data-data sehingga dapat diperguna-kan untuk menemukan, mengembangkan dan menguji kebenaran sesuatu pengetahuan berdasarkan bimbingan Tuhan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Manfaat Metodologi Penelitian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Dapat menyusun laporan/tulisan/karya ilmiah baik dalam bentuk paper, skripsi, tesis atau disertasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Mengetahui arti pentingnya riset, sehingga keputusan-keputusan yang dibuat dapat dipikirkan dan diatur dengan sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Dapat menilai hasil-hasil penelitian yang sudah ada yaitu untuk mengukur sampai seberapa jauh suatu hasil penelitian dapat dierptanggungjawabkan kebenaran-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Timbulnya Penelitian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Timbulnya Penelitian didasari pada adanya hasrat atau rasa keingintahuan dari manusia terhadap sesuatu yang dilihatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Ciri-ciri kegiatan penelitian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Kegiatan penelitian dirancang dan diarahkan untuk memecahkan suatu masalah tertentu yang dapat berupa jawaban masalah atau dapat menentukan hubungan antara variabel-variabel penelitian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Kegiatan penelitian menekankan pada pengembangan generalisasi, prinsip-prinsip dan teori-teori&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Kegiatan penelitian berpangkal pada masalah/obyek yang dapat diobservasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Kegiatan penelitian memerlukan observasi dan deskripsi yang mapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Kegiatan penelitian berkepentingan dengan penemuan baru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Prosedur kegiatan penelitian dirancang secara teliti dan rasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Kegiatan penelitian menuntut keahlian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;h. Kegiatan penelitian ditandai dengan usaha obyektif dan logis &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i. Kegiatan penelitian harus dilakukan secara cermat, teliti dan sabar serta memerlukan kebenaran karena hasil penelitian kadang kala berlawanan dengan norma tata aturan  yang berlaku dalam suatu masyarakat dalam periode tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Manfaat Hasil Penelitian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Hasil penelitian dapat dijadikan peta yang menggam-barkan tentang keadaan sesuatu obyek yang sekaligus melukiskan tentang kemampuan sumber daya, kemungkinan-kemungkinan yang ditemukan di dalam melaksanakan sesuatu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Hasil penelitian dapat dijadikan sebagai sarana diagnosis dalam mencari sebab musabab kegagalan, sehingga dapat dengan mudah dicari upaya untuk menang-gulanginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Hasil penelitian dapat dijadikan sarana untuk menyusun kebijakan atau policy, dalam rangka merancang strategi pengembangan selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Hasil penelitian dapat melukiskan tentang kemampuan dalam pembiayaan, peralatan, perbekalan serta tenaga kerja baik secara kualitas maupun kuantitas yang sangat berperan bagi keberhasilan di dalam sesuatu bidang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. MENCARI  KEBENARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Cara memperoleh kebenaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua pendekatan untuk memperoleh kebenaran, yakni :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pendekatan non ilmiah, yang meliputi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Akal sehat&lt;br /&gt;Menurut Conaut yang dikutip Kerlinger (1973, h. 3), akal sehat adalah serangkaian konsep dan bagan konsep yang memuaskan untuk penggunaan praktis bagi kemanusiaan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep adalah pernyataan abstraksi yang digeneralisa-sikan dan hal-hal yang khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagan konsep adalah seperangkat konsep yang dirangkaikan dengan dalil-dalil hipotesis dan teori. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada umumnya akal sehat banyak digunakan orang awam dalam mempersoalkan sesuatu hal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Prasangka &lt;br /&gt;Orang sering cenderung melihat hubungan antara dua hal sebagai hubungan sebab akibat yang langsung dan sederhana, padahal sesungguhnya gejala yang diamati itu merupakan akibat dari berbagai hal. Dengan akal sehat orang cenderung ke arah generalisasi yang terlalu luas sehingga akal itu bisa berubah menjadi sebuah prasangka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Pendekatan intuitif &lt;br /&gt;Dalam pendekatan intuitif orang menentukan pendapat mengenai sesuatu berdasar atas pengetahuan yang langsung atau didapat dengan cepat melalui proses yang tak disadari atau yang tidak dipikirkan terlebih dahulu.. Dengan intuisi orang memberikan penilaian tanpa didahului suatu renungan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Penemuan kebetulan dan coba-coba&lt;br /&gt;Penemuan secara kebetulan banyak terjadi dan banyak di antaranya yang sangat berguna. Penemuan secara kebetulan diperoleh tanpa rencana, tidak pasti serta tidak melalui langkah-lnagkah yang sistematik dan terkendali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penemuan coba-coba (trial and error) diperoleh tanpa kepastian  akan diperoleh suatu kondisi tertentu atau pemecahan masalah.  Pemecahan masalah terjadi secara kebetulan dilakukan serangkaian usaha, usaha berikutnya biasanya agak lebih maju. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Pendapat otoritas ilmiah dan pikiran kritis &lt;br /&gt;Otoritas ilmiah biasanya diperoleh apabila seseorang telah menempuh pendidikan formal tertinggi (seorang doktor) atau yang mempunyai pengalaman professional atau kerja ilmiah dalam suatu bidang yang cukup banyak (seorang professor). Pendapat-pendapat mereka sering diterima orang karena dipandang benar. Namun tidak selamanya pendapat otoritas itu benar adanya karena tidak didasarkan pada penelitian melainkan hanya berdasarkan pemikiran logis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pendekatan ilmiah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan dengan pendekatan ilmiah diperoleh melalui penelitian ilmiah dan dibangun di atas teori tertentu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori itu berkembang melalui penelitian ilmiah, yaitu penelitian yang sistimatik dan terkontrol berdasar  atas data empiris. Teori itu dapat diuji dalam hal konsistensi dan kemantapan  internalnya, artinya jika penelitian ulang dilakukan orang lain menurut langkah-langkah serupa pada kondisi yang sama akan diperoleh hasil yang konsisten, yakni hasi yang sama atau hampir dengan hasil yang terdahulu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah-langkah penelitian yang teratur dan terkontrol itu telah terpolakan dan sampai batas-batas tertentu diakui umum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pendekatan ilmiah itu orang berusaha untuk memperoleh kebenaran ilmiah, yakni pengetahuan benar yang kebenarannya terbuka untuk diuji oleh siapa saja yang menghendaki untuk mengujinya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11030543-8745483394042398508?l=teknologi-informasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teknologi-informasi.blogspot.com/feeds/8745483394042398508/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11030543&amp;postID=8745483394042398508&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11030543/posts/default/8745483394042398508'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11030543/posts/default/8745483394042398508'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teknologi-informasi.blogspot.com/2009/03/rti-temu-1.html' title='RTI-TEMU-1'/><author><name>Muhamad Jafar Elly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0ZrRy74hjH0/SZAMX4UhkFI/AAAAAAAAAIo/lZ0e9T1i1tc/S220/foto_baru.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11030543.post-846867431519320931</id><published>2008-06-17T16:58:00.000-07:00</published><updated>2009-02-10T07:14:34.895-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#cc0000;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Sumber : Koran Tempo, Jum'at, 23  Mei 2008&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#ffffff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;8&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#cc0000;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;KEBANGKITAN NASIONAL DALAM PERSPEKTIF TEKNOLOGI INFORMASI&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;oleh &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;Muhamad Jafar Elly&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Praktisi Teknologi Informasi &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hari kebangkitan nasional yang diperingati setiap tanggal 20 Mei, tahun ini genap berusia seratus tahun (1908 – 2008). Seabad kebangkitan nasional bukanlah waktu yang singkat untuk mewujudkan Indonesia yang bersatu dalam keanekaragaman rakyatnya. Awalnya adalah sebuah pergerakan pemuda yang dipelopori oleh “Boedi Oetomo” untuk berjuang meraih kemerdekaan bangsa Indonesia dari penjajahan bangsa asing. Kemudian pergerakan itu berkembang melalui organisasi-organisasi kepemudaan yang mengedepankan sisi intelektualitas kaum muda saat itu. Semangat nasionalisme yang dikumandangkan para pemuda ketika itu, berhasil menyatukan segenap komponen bangsa Indonesia yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Mereka bangkit bersama-sama untuk berjuang membela tanah air demi mewujudkan kemerdekaan bangsa dan negara Indonesia. Momen bersejarah itu mengawali bangkitnya nasionalisme Indonesia yang kemudian mampu membebaskan bangsa Indonesia dari belenggu penjajahan bangsa asing tahun 1945.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini peringatan kebangkitan nasional telah melewati tiga orde pemerintahan dalam sejarah perjalanan bangsa, yakni orde lama, orde baru dan orde reformasi. Memperingati kebangkitan nasional dalam orde reformasi sekarang ini tentu berbeda kondisinya dengan orde-orde sebelumnya. Semangat nasionalisme dalam orde reformasi ini tidak lagi dittikberatkan pada upaya untuk meraih kemerdekaan melainkan untuk memperta-hankan dan mengisi kemerdekaan dengan karya-karya nyata dari anak-anak bangsa ini. Di samping itu, bangsa Indonesia masih harus berjuang sekuat tenaga untuk keluar dari keterpurukan ekonomi, kebodohan, keterbelakangan dan kemiskinan. Ini adalah fakta yang tak bisa dipungkiri. Dalam konteks ini, semestinya seabad kebangkitan nasional bisa menjadi moment untuk menyemangati rakyat agar berusaha bangkit dari kebodohan, keterbelakangan dan kemiskinan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuncinya adalah pengetahuan. Dalam abad informasi sekarang ini, segala pengetahuan itu bisa didapatkan dengan mudah. Di sini, teknologi informasi bisa memainkan peran yang cukup signifikan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan mempertebal jiwa nasionalisme. Kebangkitan nasional dalam perspektif teknologi informasi sesungguhnya dapat dimaknai sebagai upaya membangun kesadaran masyarakat untuk keluar dari kebodohan, keterbelakangan dan kemiskinan. Logikanya jika rakyat pandai dan cerdas maka kemiskinan dapat ditekan, bangsa akan lebih maju dan mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Namun, jika tidak maka selamanya bangsa ini akan tetap ketinggalan dan akan menjadi ladang keuntungan bagi bangsa lain. Melalui teknologi informasi, masyarakat akan memperoleh kesempatan yang seluas-luasnya untuk mengakses informasi dan pengetahuan sehingga mereka bisa belajar secara mandiri, meningkatkan kemampuan dan keterampilan serta berkarya untuk kemajuan bangsanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Slogan-slogan kebangkitan nasional yang selama ini lebih bersifat seremonial sudah saatnya diganti dengan karya-karya nyata yang lebih mencerminkan kebanggaan dan kecintaan kepada tanah airnya sendiri. Teknologi informasi bisa menjadi sarana untuk meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan itu dengan cara membuka akses informasi dan komunikasi tanpa batas melalui internet. Dengan cara itu, masyarakat dari segenap pelosok nusantara dapat saling bertukar informasi dan berkomunikasi dengan cepat dan mudah. Secara tidak langsung teknologi informasi dapat merekatkan hubungan antar sesama anak bangsa walaupun berjarak ribuan kilometer. Dengan demikian, teknologi informasi memiliki peran yang cukup signifikan untuk membangkitkan semangat nasionalisme dan kemandirian bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalannya sekarang bagaimana membangkitkan nasionalisme ini dengan mengguna-kan teknologi informasi. Pertama yang harus dilakukan adalah mempercepat pembangunan infrastruktur tekonolgi informasi dan komunikasi di seluruh Indonesia. Jika semua sudut wilayah tanah air ini telah terhubung dengan fasilitas tekonologi infromasi dan komunikasi, maka secara otomatis integritas wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia akan terjaga dan berada dalam kendali pemerintahan. Kedua, membangkitkan semangat kemandirian bangsa melalui pengetahaun yang bisa diperoleh dari jaringan teknologi informasi dan komunikasi. Ketiga, menumbuhkan jiwa nasionalisme dan rasa cinta kepada tanah air lewat karya-karya intelektual yang bisa mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia di mata dunia. Rasa cinta ini pada gilirannya akan menumbuhkan semangat bela negara. Bela negara dalam hal ini tidak hanya dilakukan ketika bangsa dalam keadaan bahaya atau terancam tetapi juga diwujudkan dalam medan kompetisi baik yang berskala nasional maupun internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebangkitan nasional yang dilihat dari sudut pandang teknologi informasi ini merupakan konsekuensi logis dari perubahan zaman di mana bangsa Indonesia mau tak mau harus bisa menyesuaikan dirinya dengan kondisi kekinian. Adaptasi ini tidak berarti bahwa rakyat Indonesia akan kehilangan rasa cinta dan bangga pada tanah airnya melainkan justru semakin tampil percaya diri menghadapi tantangan era globalisasi dengan segala kecanggihan teknologi informasinya. Ruh kebangkitan nasional itu bisa diwujudkan dalam bentuk karya cipta inovatif dan hasil kreatifitas dalam bidang teknologi informasi yang mampu bersaing secara global. Kompetisi ini sekaligus mengekspresikan talenta putra-putri Indonesia terhadap dunia teknologi informasi dan komunikasi sehingga kreatifitas digital yang dimiliki bisa menjadi ujung tombak kebangkitan nasional Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini sejalan dengan semangat kaum muda masa kini yang menghendaki perubahan dan kemajuan bangsa dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi tanpa sedikitpun mengurangi nilai-nilai kebangsaan atau nasionalisme. Pada gilirannya bangsa Indonesia bisa bangkit dari keterpurukannya dan mampu bersaing secara global dalam berbagai sektor pembangunan yang didukung oleh sumberdaya manusia yang berkualitas, mampu berpikir secara global dan bertindak secara lokal. Inilah paradigma baru nasionalisme yang semestinya dikedepankan ketika memperingati satu abad kebangkitan nasional dalam era informasi ini. Dengan demikian, bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang maju, bermartabat dan disegani dunia. Semoga..!&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;================&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000099;"&gt;Artikel di atas telah dimuat dalam Harian Nasional Koran Tempo, Jum'at, 23 Mei 2008&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11030543-846867431519320931?l=teknologi-informasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teknologi-informasi.blogspot.com/feeds/846867431519320931/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11030543&amp;postID=846867431519320931&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11030543/posts/default/846867431519320931'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11030543/posts/default/846867431519320931'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teknologi-informasi.blogspot.com/2008/06/kebangkitan-nasional-dalam-perspektif.html' title=''/><author><name>Muhamad Jafar Elly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0ZrRy74hjH0/SZAMX4UhkFI/AAAAAAAAAIo/lZ0e9T1i1tc/S220/foto_baru.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11030543.post-8905709714575326160</id><published>2008-04-18T02:37:00.000-07:00</published><updated>2009-02-12T00:54:44.763-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 153, 0); font-style: italic;font-size:85%;" class="tgl" &gt;Sumber: Republika OnLine, Kamis, 17 April 2008&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:180%;" class="judul" &gt;Mengoptimalkan Undang-Undang ITE  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:180%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Muhamad Jafar Elly&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Praktisi Teknologi Informasi &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;&lt;p&gt;Pada 25 Maret 2008 lalu pemerintah melalui Departemen Komunikasi dan  Informasi (Depkominfo) mengeluarkan undang-undang baru tentang Informasi dan  Transaksi Elektronik (UU ITE). Hadirnya UU ini disambut positif berbagai  kalangan walaupun tidak sedikit juga yang menentangnya. &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;&lt;p&gt;Bagi yang kontra, UU itu dilihat sebagai upaya untuk membatasi hak kebebasan  berekspresi dan mengeluarkan pendapat serta bisa menghambat kreativitas  seseorang di dunia maya. Bagi yang setuju, kehadirannya dilihat sebagai langkah  yang tepat untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan penyalahgunaan internet  yang tak terkendali sehingga bisa merugikan orang lain.&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;&lt;p&gt;Tulisan ini tidak bermaksud memihak salah satu kelompok yang pro dan kontra,  melainkan ingin memberikan suatu gambaran pemikiran mengapa payung hukum itu  diperlukan dikaitkan dengan berbagai kasus penyalahgunaan internet yang  berkembang belakangan ini. Sebenarnya Undang-Undang ITE ini agak terlambat  disahkan, padahal kasus-kasus penyalahgunaan internet sudah sering terjadi  hingga pada taraf yang sangat mengkhawatirkan masyarakat dan bangsa Indonesia.  &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;&lt;p&gt;Walaupun terlambat, kehadiran aturan hukum baru tersebut dapat dilihat  sebagai bentuk respons pemerintah untuk menjerat orang-orang yang tidak  bertanggung jawab dalam menggunakan internet hingga merugikan masyarakat,  bangsa, dan negara Indonesia. Menurut Menkominfo Muhammad Nuh, sedikitnya ada  tiga hal mendasar penyalahgunaan internet yang dapat menghancurkan keutuhan  bangsa secara keseluruhan, yakni pornografi, kekerasan, dan informasi yang  mengandung hasutan SARA.&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;&lt;p&gt;Isu pornografi di dunia maya agaknya menjadi alasan yang kuat mengapa  undang-undang itu dibuat. Maraknya situs porno di internet yang dapat diakses  secara bebas oleh siapa saja diduga sebagai salah satu penyebab timbulnya  kasus-kasus pelecehan dan kejahatan seksual di berbagai strata masyarakat,  termasuk kalangan remaja dan anak-anak. Data Komisi Perlindungan Anak Indonesia  (KPAI) bahkan menunjukkan banyak anak yang telah menjadi korban pelecehan  seksual akibat masifnya materi pornografi di masyarakat. &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;&lt;p&gt;Menurut Ketua KPAI Masnah Sari, pornografi sangat berbahaya bagi generasi  muda karena bersifat adiktif sehingga meracuni pikiran dan menstimulus mereka  untuk meniru situs yang mereka lihat di internet tanpa mempertimbangkan aspek  kesiapan mental, jasmani, dan sosio-kultural. Melihat dampak situs porno  terhadap kerusakan akhlak masyarakat yang begitu besar saja, rasanya tidak ada  alasan untuk menolak kehadiran Undang-Undang ITE tersebut. Padahal, pornografi  di internet hanyalah satu sisi dari sekian banyak sisi negatif penyalahgunaan  internet. &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;&lt;p&gt;Internet dapat digunakan sebagai alat untuk melakukan tindak kejahatan yang  jauh lebih luas dan terus berkembang baik secara kuantitas maupun kualitas  sejalan dengan kemajuan teknologi informasi itu sendiri. Ada sejumlah kejahatan  internet yang cukup menonjol belakangan ini. Pertama, sabosate terhadap  perangkat-perangkat digital, data-data milik orang lain dan jaringan komunikasi  data dan penyalahgunaan jaringan orang lain. Kedua, penetrasi terhadap sistem  komputer dan jaringan sehingga menyebabkan privasi seseorang atau lembaga lain  terganggu atau gangguan pada fungsi komputer yang digunkan.&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;&lt;p&gt;Kasus ketiga, melakukan akses-akses ke server tertentu atau ke internet yang  tidak diizinkan oleh peraturan organisasi atau penyusupan ke &lt;i&gt;web server&lt;/i&gt;  sebuah situs kemudian mengganti halaman depan situs tersebut. Serangan terhadap  &lt;i&gt;web&lt;/i&gt; Depkominfo pada 27 Maret 2008 lalu dan situs partai Golkar, misalnya,  adalah contoh nyata tindak kejahatan ini yang dilakukan oleh kelompok orang yang  tidak setuju dengan UU ITE.&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;&lt;p&gt;Keempat, tindakan penyalahgunaan kartu kredit orang lain di internet. Kelima,  penerapan aplikasi dalam usaha membuka proteksi dan &lt;i&gt;software&lt;/i&gt; atau sistem  secara ilegal. Keenam, pembuatan program ilegal dengan maksud menyebarkan dan  menggandakan diri secara cepat dalam jaringan. Biasanya melalui email liar  dengan tujuan membuat kerusakan dan kekacauan sistem.&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;&lt;p&gt;Contoh-contoh kejahatan internet di atas menggambarkan bahwa teknologi  internet mengalami pergeseran fungsi utamanya sebagai alat penyebarluasan  informasi dari segi positifnya. Internet telah beralih fungsi menjadi media  massa elektronik yang mampu membawa perubahan dalam kehidupan manusia dalam  berbagai aspek dari yang positif hingga negatif. Internet bahkan digunakan  sebagai alat propaganda politik untuk kepentingan elite-elite politik tertentu  atas nama hak asasi, kebebasan, dan demokrasi.&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;&lt;p&gt;Kejahatan internet atau yang lebih populer dengan istilah &lt;i&gt;cyber crime&lt;/i&gt;  ini dapat dilakukan tanpa mengenal batas teritorial dan tidak diperlukan  interaksi langsung antara pelaku dan korban kejahatan. Dengan sifat seperti itu,  semua negara termasuk Indonesia yang melakukan aktivitas internet akan terkena  imbas dari perkembangan kejahatan dunia maya. &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;&lt;p&gt;Para &lt;i&gt;hacker&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;cracker&lt;/i&gt; selalu mencari celah untuk menggunakan  keahliannya melakukan kejahatan. Memudarnya batas-batas geografi dalam abad 21  yang dikenal sebagai abad informasi ini telah mengubah cara pandang terhadap  penyelesaian dan praktik kejahatan dari model lama (konvensional) ke model baru  (elektronik). Kekuatan jaringan dan komputer pribadi berbasis pentium menjadikan  setiap komputer sebagai alat yang potensial bagi para pelaku kejahatan. &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;&lt;p&gt;Globalisasi aktivitas kriminal yang memungkinkan para penjahat melintas batas  elektronik merupakan masalah nyata dengan potensi memengaruhi negara, hukum, dan  warga negaranya. Kasus penyebarluasan film &lt;i&gt;Fitna&lt;/i&gt; di internet, misalnya,  menggambarkan bagaimana si pembuat film ini mencoba menggunakan internet untuk  menebarkan kebencian dan hasutan yang mengandung SARA kepada semua orang di  seluruh dunia. Fakta ini tak bisa dimungkiri karena internet dapat dijadikan  sarana yang efektif untuk mencapai tujuan-tujuan negatif yang diinginkan tanpa  batasan geografis dan teritorial tadi. &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;&lt;p&gt;Sebenarnya upaya untuk mengatasi kejahatan internet ini sudah disepakati di  Hongaria pada 23 November 2001. Saat itu ada lebih kurang 30 negara  menandatangani &lt;i&gt;convention on cyber crime&lt;/i&gt; sebagai wujud kerja sama  multilateral untuk menanggulangi aktivitas kriminal melalui internet dan  jaringan komputer lainnya. Namun, upaya penanggulangan kejahatan internet ini  menemukan masalah dalam hal yurisdiksi. &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;&lt;p&gt;Pengertian yurisdiksi sendiri adalah kekuasaan atau kemampuan hukum negara  terhadap orang, benda, atau peristiwa (hukum). Yurisdiksi ini merupakan refleksi  dari prinsip dasar kedaulatan negara, kesamaan derajat negara, dan prinsip tidak  campur tangan. &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;&lt;p&gt;Darel Menthe menyatakan yurisdiksi di ruang maya membutuhkan prinsip-prinsip  yang jelas yang berakar dari hukum internasional. Pendapat ini dapat ditafsirkan  bahwa dengan diakuinya prinsip-prinsip yurisdiksi yang berlaku dalam hukum  internasional terkait dengan kegiatan dalam ruang maya oleh setiap negara maka  akan mudah bagi semua negara untuk mengadakan kerja sama dalam rangka  harmonisasi ketentuan-ketentuan pidana untuk menanggulangi kejahatan internet.  &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;&lt;p&gt;Dalam konteks ini Indonesia bisa memainkan perannya bersama-sama dengan  negara-negara lain di dunia untuk mengatasi masalah kejahatan internet. Dalam  lingkup nasional, kejahatan internet pada saatnya akan menjadi bentuk kejahatan  serius yang dapat membahayakan keamanan individu, masyarakat, bangsa, dan negara  Indonesia. &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;&lt;p&gt;Sebagai contoh, kegiatan-kegiatan kenegaraan yang sangat penting bagi  kelangsungan hidup masyarakat dan negara tidak selalu bisa dijamin aman dari  ancaman penjahat dalam dunia maya. Oleh karena itu, harus ada perangkat hukum  yang bisa dijadikan landasan untuk menangkal kejahatan tersebut. &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;&lt;p&gt;Kalau UU ITE dilihat dalam perspektif penanggulangan penyalahgunaan internet  di atas, maka semestinya tak perlu ada pro dan kontra. Ini karena pada dasarnya  kehadiran UU itu untuk melindungi masyarakat dari kerugian dan kehancuran akhlak  yang akan berimplikasi pada kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara. &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;&lt;p&gt;Meski demikian, kehadiran perangkat hukum itu pun tidak secara otomatis dapat  menghentikan langkah para &lt;i&gt;hacker&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;cracker&lt;/i&gt;. Bahkan, boleh jadi  perangkat hukum ini akan memancing keberanian mereka untuk mencari titik-titik  lemahnya sehingga mereka bisa terus melancarkan aksinya. &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;&lt;p&gt;Kenyataannya, para pelaku &lt;i&gt;cyber crime&lt;/i&gt; secara umum adalah orang-orang  yang memiliki keunggulan dan kemampuan keilmuan dan teknologi di bidangnya.  Sementara itu, kemampuan aparat untuk menangkalnya sungguh jauh dari kualitas  dari para pelaku kejahatan tersebut.&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;&lt;p&gt;Alangkah baiknya jika perangkat hukum ini didukung juga dengan dua perangkat  lainnya, yakni perangkat teknis berupa teknologi perangkat lunak yang mampu  menangkal segala bentuk penyalahgunaan internet dan perangkat pendidikan akhlak  dalam bentuk program penyadaran (&lt;i&gt;public awareness&lt;/i&gt;) tentang penggunaan  internet yang bermartabat, santun, arif, dan bijaksana kepada seluruh lapisan  masyarakat pengguna internet di seluruh Indonesia. &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;&lt;p&gt;Program &lt;i&gt;public awareness&lt;/i&gt; tampaknya harus lebih digalakkan karena semua  plus minus penggunaan internet itu sangat bergantung pada yang memakainya.  Ketiga perangkat ini harus berjalan secara paralel sehingga masyarakat menyadari  betul makna kehadiran internet baik untuk individu, keluarga, maupun  kelompok-kelompok masyarakat. &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;&lt;p&gt;Satu hal yang tak kalah penting adalah komitmen bersama untuk memfungsikan  semua perangkat itu. Jika tidak ada komitmen yang kuat untuk menjalankannya,  maka semua upaya yang ditempuh untuk mengatasi penyalahgunaan internet akan  menjadi sia-sia. &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;&lt;p&gt;Semoga kehadiran UU ITE bisa menjadi payung hukum bagi aparat kepolisian  untuk bertindak tegas dan selektif terhadap berbagai jenis penyalahgunaan  internet. Dengan demikian, kehadiran UU ini tidak menjadi momok yang menakutkan  bagi pengguna dan mematikan kreativitas seseorang di dunia maya. &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;Ikhtisar:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;- Perangkat hukum ini bisa menjerat orang-orang yang tak  bertanggung jawab.&lt;br /&gt;- Aparat hukum harus mampu menguasai teknologi untuk  menghadapi para &lt;i&gt;hacker&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;cracker&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;======&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Artikel di atas telah dimuat dalam Harian Nasional "REPUBLIKA" pada Kamis, 17 April 2008&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11030543-8905709714575326160?l=teknologi-informasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teknologi-informasi.blogspot.com/feeds/8905709714575326160/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11030543&amp;postID=8905709714575326160&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11030543/posts/default/8905709714575326160'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11030543/posts/default/8905709714575326160'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teknologi-informasi.blogspot.com/2008/04/sumber-republika-online-kamis-17-april.html' title=''/><author><name>Muhamad Jafar Elly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0ZrRy74hjH0/SZAMX4UhkFI/AAAAAAAAAIo/lZ0e9T1i1tc/S220/foto_baru.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11030543.post-502273632334759965</id><published>2007-12-30T22:19:00.000-08:00</published><updated>2007-12-30T22:27:33.148-08:00</updated><title type='text'>TEKNOLOGI  INFORMASI  UNTUK SEMUA</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Oleh :&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Menteri Komunikasi dan Informasi&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;Mohammad NUH&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jika menggunakan pendekatan antropologis, perjalanan umat manusia terdiri atas beberapa era. Setiap era memiliki ikon teknologi, yaitu suatu teknologi yang bersifat generik yang dibutuhkan oleh setiap sektor kehidupan dan mampu menjadi penggerak dari sektor kehidupan itu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Masyarakatnya pun memiliki sebutan tersendiri, mulai dari masyarakat nomadik, pertanian, perdagangan, industri, dan masyarakat berpengetahuan, yang dimulai akhir abad 20 awal abad 21. Dalam perjalanannya telah dibuktikan, bangsa yang maju ditandai dengan penguasaan terhadap ikon teknologi pada zaman itu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pada masyarakat berpengetahuan, masa sekarang ini kita hidup, teknologi informasi dan komunikasi (TIK) menjadi ikon teknologinya. Kalau sebelumnya, kita belum mampu memanfaatkan secara optimal, maka kini jangan sampai kesempatan ini berlalu. Apa yang dilakukan oleh The Habibie Center membuktikan bahwa kita punya semangat, keyakinan, dan optimisme, membangun negeri ini melalui penguasaan dan pemanfaatan ICT.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Memang, sesuatu yang besar adakalanya bermakna kecil, itulah kedunguan dalam kemubadziran. Kecil bermakna kecil itu adalah kewajaran dalam kelaziman. Kecil bermakna besar itu pertanda kecerdasan dalam kemuliaan. Dan, besar bermakna luar biasa besarnya, itu pertanda kecerdasan, kekuatan dan kekuasaan dalam kemuliaan. Tidakkah, adakalanya yang qalil (kecil) bisa mengalahkan yang katsir (besar) [kam min fiatin qolilatin gholabat miatan katsirotan biidznillah]. Kita tentu ingin, Indonesia menjadi bangsa besar dan mampu memberikan makna yang luar biasa besarnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kalau pada era industri pada abad 18-an, hukum kekekalan energi, Newton, dan Einstein dan lain sebagainya sebagai salah seorang yang memberikan inspirasi dan teknologi permesinan sebagai generic technology-nya, maka pada abad 21 ini, yang memberikan inspirasi adalah Hukum Moore, Hukum Metcalfe, dan Hukum Coase.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Gordon Moore, seorang insinyur elektrik dan pendiri Intel Company, perusahaan chip komputer terbesar, pada 1960-an menyampaikan: 'Setiap 18 bulan, kekuatan prosesor akan bertambah dua kali lipat, dengan biaya yang konstan' (Hukum Moore). Hal ini memberikan implikasi luar biasa dalam kecepatan dan kemanfaatan komputer. Kalau pada tahun 1965 sebagai awalnya, maka pada tahun 2005 processing power-nya akan menjadi: 1x2x2x2...x2 (27 kali) atau 2 pangkat 27 (=134,217,728). Chip 4004 pada 1970 terdiri dari ribuan transistor, lalu pada 2000-an ditemukan Prosesor Pentium 4, isinya sudah ratusan juta transistor.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Implikasi dari hukum Moore ini antara lain usia produk elektronik semakin pendek, produk canggih semakin banyak dan ragam, keahlian intelektual dapat ditiru, sehingga menurunkan biaya secara progresif. Hukum kedua, Hukum Metcalfe (Ubiquitous Global Network) terkait pengguna komputer. Robert Metcalfe adalah pencipta Ethernet Protocol yang membantu komputer agar bisa berkomunikasi antarkomputer dalam suatu jaringan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Metcalfe memformulasikan jumlah komunikasi yang mungkin dalam suatu jaringan: 'Kegunaan sebuah jaringan sama besar dengan jumlah penggunanya. Secara matematis, n**2 (di mana n:1,2,3,........n). Rumus aslinya: Y = 0.5 (n**2 - n). 'Jadi sebuah jaringan kecil dengan sedikit pengguna, kegunaan (jaringan) juga relatif kecil.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hukum itulah yang mengilhami pentingnya mereduksi digital divide. Implikasinya antara lain; akses informasi semakin mudah, cepat, dan murah, jarak tidak memiliki pengaruh ekonomi, informasi yang dihasilkan dan ditransmisikan meningkat secara eksponensial.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Hukum Coase, dimunculkan Ronald Coase, pemenang Nobel di bidang Ekonomi, dengan teorinya: 'Bersamaan dengan biaya transaksi yang menurun, sebuah organisasi kecil pun berkembang'. Dengan kata lain; struktur organisasi berkembang seiring semakin efisiennya biaya transaksi. Setiap teknologi memiliki landasan falsafahnya masing-masing.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pemanfaatan teknologi itu akan optimal, jika kultur dari pemakai itu sesuai dengan falsafahnya. TIK sebagai satu kesatuan sistem teknologi memiliki landasan filosofis; sofistikasi komputer yang semakin tinggi, yang diilhami Hukum Moore; pentingnya jaringan untuk meningkatkan kegunaannya; membangun organisasi yang efisien dan efektif sebagai terjemahan dari rendahnya biaya transaksi. Karena itu, pengembangan dan pemanfaatan TIK, agar memberikan makna yang optimal, harus dipahami komprehensif.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Persoalannya, bagaimana kita membangun TIK yang berbasis fakta, apa adanya. Bangsa ini bangsa besar, dengan disparitas kultur beragam. Mulai kultur zaman batu sampai masyarakat berpengetahuan, berada dalam satu kapsul, yaitu Indonesia. Mulai yang masih buta huruf sampai lulusan perguruan tinggi. Dalam konteks kultur digital, Indonesia memiliki digital divide yang sangat lebar. Dan, ini menjadi 'laboratorium' menarik dan menantang bagi kita yang memiliki kepedulian.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, masyarakat bisa dikelompokkan ke dalam 4 kuadran, yaitu ignorance society (fase satu, tak tahu apa yang mereka tidak tahu); Awareness society (fase dua, tahu yang mereka tidak tahu); Proficiency society (fase tiga, tahu apa yang mereka tahu); Mastery (fase empat, forgotten more than others know).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Perpindahan dari satu fase ke fase yang lain memerlukan transformasi. Dan yang paling rumit, dari fase satu ke fase dua. Pasalnya, kompleksitas dari karakter manusia. Fase dua ke fase tiga yaitu dari masyarakat 'sadar', ke masyarakat cerdas (terdidik), dapat dilakukan melalui proses edukasi. Sedangkan dari fase tiga ke fase empat yaitu dari masyarakat terdidik ke masyarakat bijak memerlukan fungsi pencerahan lebih dominan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam membangun bangsa, kita tidak hanya butuh cerdik pandai, tapi juga wisdom. Orang pandai bisa menjawab 'bagaimana menyelesaikan masalah', tetapi orang yang memiliki wisdom, selain menyelesaikan masalah, dia bisa menjawab bagaimana sebaiknya masalah diselesaikan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Berdasar fakta yang ada, maka beberapa hal harus kita lakukan. Pertama, membangun kesadaran kolektif pentingnya ICT. Membangun kesadaran diperlukan guru yang sejati, yaitu guru yang mampu mengajarkan ilmu (dan dia punya ilmu); guru yang mampu membangun karakter (dia memang punya kepribadian yang mulia, dipenuhi sifat mahmudah vs sifat madzmumah); guru yang mampu memberikan pandangan jauh ke depan sebagai cita-citanya dan idealisme.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Membangun kesadaran masyarakat, ilmu saja tidaklah cukup, tetapi juga memerlukan keteladanan yang dicontohkan dengan kemuliaan kepribadian dan idealisme. Kedua, melakukan desakralisasi TIK. Dengan keragaman kultur yang kita miliki, kita harus menghindari kesan TIK hanya untuk orang terdidik. Kita harus mengembangkan 'TIK untuk semua'. Ketiga, membangun akses informasi. Keempat membangun kultur inovatif. Selanjutnya, dengan TIK kita bisa berhaap mampu membangun kultur produktif dan efisien yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(Sumber : Republika On Line : Senin, 10  Desember 2007)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11030543-502273632334759965?l=teknologi-informasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teknologi-informasi.blogspot.com/feeds/502273632334759965/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11030543&amp;postID=502273632334759965&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11030543/posts/default/502273632334759965'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11030543/posts/default/502273632334759965'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teknologi-informasi.blogspot.com/2007/12/teknologi-informasi-untuk-semua.html' title='TEKNOLOGI  INFORMASI  UNTUK SEMUA'/><author><name>Muhamad Jafar Elly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0ZrRy74hjH0/SZAMX4UhkFI/AAAAAAAAAIo/lZ0e9T1i1tc/S220/foto_baru.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11030543.post-1906361822514978322</id><published>2007-12-18T02:26:00.000-08:00</published><updated>2008-12-08T20:55:16.477-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_0ZrRy74hjH0/R2egnUEnqGI/AAAAAAAAAFY/GRtmfp1I0gk/s1600-h/mekkah2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5145257696557508706" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_0ZrRy74hjH0/R2egnUEnqGI/AAAAAAAAAFY/GRtmfp1I0gk/s200/mekkah2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;"SESUNGGUHNYA KAMI TELAH MEMBERIKAN NIKMAT YANG BANYAK UNTUKMU&lt;br /&gt;MAKA DIRIKANLAH SHOLAT KARENA TUHANMU DAN BERQUR'BANLAH" (Q.S. Al KAUTSAR 1-2)&lt;br /&gt;SELAMAT MERAYAKAN IDUL ADHA 1428 H DAN SELAMAT BERQUR'BAN&lt;br /&gt;BAGI SEGENAP DOSEN, STAF, KARYAWAN DAN KARYAWATI STTPLN&lt;br /&gt;YANG MERAYAKANNYA&lt;br /&gt;SEMOGA AMAL IBADAH QUR'BAN ANDA DITERIMA ALLAH S.W.T&lt;br /&gt;AMIIN...!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_0ZrRy74hjH0/R2eblUEnqFI/AAAAAAAAAFQ/3MZwxHZh9yE/s1600-h/mekkah2.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11030543-1906361822514978322?l=teknologi-informasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teknologi-informasi.blogspot.com/feeds/1906361822514978322/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11030543&amp;postID=1906361822514978322&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11030543/posts/default/1906361822514978322'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11030543/posts/default/1906361822514978322'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teknologi-informasi.blogspot.com/2007/12/sesungguhnya-kami-telah-memberikan_18.html' title=''/><author><name>Muhamad Jafar Elly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0ZrRy74hjH0/SZAMX4UhkFI/AAAAAAAAAIo/lZ0e9T1i1tc/S220/foto_baru.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_0ZrRy74hjH0/R2egnUEnqGI/AAAAAAAAAFY/GRtmfp1I0gk/s72-c/mekkah2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11030543.post-3864663601894762755</id><published>2007-08-28T05:07:00.000-07:00</published><updated>2009-02-12T00:58:24.053-08:00</updated><title type='text'>MENGEJAR  KETERTINGGALAN TEKNOLOGI  INFORMASI</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;Oleh&lt;br /&gt;Muhamad Jafar Elly &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Praktisi Teknologi Informasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saat melakukan lawatan kenegaraan ke negeri Paman Sam akhir Mei 2005 lalu, Presiden Susilo Bambang Yuhdoyono meluangkan waktunya berkunjung ke dapur microsoft, sebuah perusahaan perangkat lunak terbesar di dunia. Ada apa gerangan sehingga Presiden merasa perlu bertemu dengan Bill Gates, si bos microsoft yang sangat kesohor itu?  Semua orang tahu siapa Bill Gates itu, sang pengusaha perangkat lunak komputer kelas kakap yang kini menempati urutan pertama sebagai orang terkaya di dunia. Kekayaannya saat ini diperkirakan mencapai  $52.8 miliyar. Bill Gates juga ikut menyumbangkan sebagian keuntungannya untuk meringankan beban penderitaan rakyat Aceh yang ditimpa bencana alam gempa dan tsunami 26 Desember 2004. Tentunya kedatangan presiden tidak hanya sekedar mengucapkan terima kasih atas bantuan tersebut. Lebih dari itu, presiden ingin melihat  dari dekat bagaimana sesungguhnya perusahaan microsoft tersebut berkembang dan mengajak kerja sama membangun pusat riset teknologi informasi di Indonesia. Tampaknya pemerintah semakin menyadari bahwa teknologi informasi saat ini telah memainkan peran yang sangat penting di semua lini kehidupan. Di level penyeleggaraan negara atau pemerintahan misalnya, teknologi informasi memiliki peran strategis dalam melakukan hubungan nasional maupun internasional.  Oleh karena itu, tak satu pun negara di dunia saat ini yang tak tersentuh teknologi informasi. Lompatan perkembangan teknologi informasi ini memang luar biasa. Hanya dalam tempo kurang dari dua dasa warsa, dunia seakan dibuat kecil karena manusia dapat berkomunikasi dengan mudahnya tanpa batasan ruang, waktu dan tempat. Khusus dalam pengembangan perangkat lunaknya, microsoft tetap menunjukkan kelasnya. Terbukti hampir semua negara di dunia menggunakan produk-produk microsoft. Sebagai negara berkembang, Indonesia tak luput dari serbuan produk-produk microsoft tersebut. Wajar saja jika produk microsoft ini dikenal luas oleh masyarakat Indoneisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal penguasaan teknologi informasi, Indonesia tergolong ketinggalan bila dibandingkan dengan sejumlah negara di Asia, seperti Jepang, Cina, India dan Singapura.  India bahkan disebut-sebut sebagai negara di Asia yang  cepat melejit dan bersaing di pasar global dalam industri perangkat lunak. Kemampuan software house India memang cukup hebat. Standarisasi sudah dipegang. Bahkan kalau dihitung, setengah dari perusahaan software yang memiliki standar CMM (Capability Maturity Model, (suatu standar dalam pengembangan software) level 4 dan 5 (tertinggi) ada di India. Ini menunjukkan kemampuan software house di India. Tren industri software India pun mendukung hal ini. Mulai dari industri software yang bernilai 243 juta dolar di tahun 1990 (total ekspor dan domestik), sampai ke 5 milyar dolar di tahun 2000. Suatu perkembangan yang eksponensial. Bahkan diramalkan tahun 2005 ini industri software India akan mencapai US$ 40 milyar untuk total ekspor dan domestik (Sumber: MWEB Indonesia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan Indonesia? Sumber daya manusia cukup tersedia tapi penguasaan teknologi informasi masih sangat kurang baik untuk perangkat keras maupun perangkat lunak. Bangsa Indonesia sementara ini hanya bisa menonjolkan dirinya sebagai konsumen (pengguna) bukan sebagai produsen teknologi informasi. Ironisnya lagi, Indonesia digolongkan sebagai negara yang banyak menggunakan perangkat lunak illegal. Begitu maraknya hingga Indonesia dimasukkan ke dalam daftar hitam sebagai negara yang perlu mendapat pengawasan khusus (priority watch list) oleh perwakilan dagang Amerika Serikat (USTR/United State Trade Representatif). Mengapa hal ini bisa terjadi ? Jawabannya boleh jadi salah satunya karena bangsa ini kurang berinovasi dan mengeksplorasi potensi serta kemampuan diri anak bangsa dalam bidang TI hingga akhirnya terperangkap dalam permainan bisnis produk luar (dibaca: microsoft) yang pada gilirannya membuat bangsa ini selalu bergantung pada bangsa asing. Padahal negeri ini punya banyak anak cerdas yang mampu mengukir prestasi tingkat dunia dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan eksakta seperti kimia, fisika, biologi, matematika hingga teknologi informatika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah dan rakyat tentu tidak ingin bangsa ini tertinggal terus dalam bidang TI. Kuncinya adalah pendidikan yang murah dan berkualitas. Kualitas di sini sudah mencakup tenaga pendidik dan fasilitas yang memadai untuk kebutuhan riset dan sebagainya. Selama pendidikan itu mahal, maka rakyat kebanyakan akan kehilangan kesempatan untuk mengembangkan potensi dan kemampuan dirinya dalam berbagai bidang pengetahuan khususnya bidang TI.  Ini adalah tantangan pemerintah untuk mengejar ketertinggalan bangsa ini dalam bidang TI dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Langkah yang ditempuh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan menjalin kerjasama dalam industri perangkat lunak microsoft milik Bill Gates ini merupakan suatu terobosan yang bagus. Ini menjadi langkah awal yang baik untuk menuju kemandirian bangsa dalam bidang TI. Jika ini terlaksana, maka bukan tidak mungkin bangsa ini akan menjadi bangsa yang tangguh dalam bidang TI. Yang terpenting adalah bahwa rakyat diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk mengadopsi pengetahuan TI dari Mircrosoft hingga mereka mampu merancang dan mengembangkan sendiri sistem operasi komputer termasuk aplikasi-aplikasi lainnya sesuai dengan kebutuhan masyarakat modern. Dengan demikian ketergantungan terhadap produk-produk perangkat lunak asing lambat laun akan berkurang dan beralih ke penggunaan perangkat lunak produk dalam negeri. Mungkin saja ini termasuk mimpi yang muluk-muluk. Tetapi siapa tahu kehadiran Pusat Riset Teknologi Informasi Indonesia  hasil kerja sama dengan Microsoft ini kelak bisa membuka jalan bagi tewujudnya kemandirian bangsa sekaligus mengejar ketertinggalan Indonesia dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi. Semoga.!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11030543-3864663601894762755?l=teknologi-informasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teknologi-informasi.blogspot.com/feeds/3864663601894762755/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11030543&amp;postID=3864663601894762755&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11030543/posts/default/3864663601894762755'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11030543/posts/default/3864663601894762755'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teknologi-informasi.blogspot.com/2007/08/mengejar-ketertinggalan-teknologi.html' title='MENGEJAR  KETERTINGGALAN TEKNOLOGI  INFORMASI'/><author><name>Muhamad Jafar Elly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0ZrRy74hjH0/SZAMX4UhkFI/AAAAAAAAAIo/lZ0e9T1i1tc/S220/foto_baru.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11030543.post-1770684869511775793</id><published>2007-08-28T04:55:00.000-07:00</published><updated>2009-02-12T01:00:10.722-08:00</updated><title type='text'>MENDEKATI RAKYAT DENGAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;oleh&lt;br /&gt;Muhamad Jafar Elly&lt;br /&gt;Praktisi Teknologi Informasi&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Setelah sukses membuka komunikasi dengan ’sms’, Presiden kembali membuat terobosan baru dengan meluncurkan situs kepresidenan dengan alamat &lt;a href="http://www.presidensby.info/"&gt;www.presidensby.info&lt;/a&gt;. Dalam sejarah pemerintahan Indonesia, inilah untuk pertama kalinya seorang kepala negara menggunakan teknologi internet sebagai sarana penyebarluasan informasi kepada seluruh rakyatnya yang terkait dengan tugas dan tanggung jawabnya sebagai Presiden.  Peluncuran situs presiden yang bermarkas di istana ini merupakan sebuah langkah maju pemerintahan SBY dalam memanfaatkan teknologi informasi. Presiden Susilo Bambang Yudoyono agaknya ingin menembus pagar-pagar kekakuan informasi dan komunikasi dengan rakyatnya yang sebelumnya sulit diperoleh secara langsung oleh masyarakat. Implementasi internet di lingkungan istana ini mengindikasikan suatu kepedulian sang Presiden terhadap makna strategis pemanfaatan teknologi informasi dan  komunikasi (TIK) bagi kamajuan bangsa dan negara Indonesia. Di satu sisi, masyarakat semakin berani mengutarakan unek-unek, harapan, keinginan bahkan memberikan masukan berharga kepada sang Presiden secara langsung via ‘sms’ atas apa yang mereka rasakan dan alami. Di sisi lain, mereka pun bisa menyaksikan dan memperoleh informasi tentang sepak terjang sang Presiden setiap waktu via situs Presiden yang bersumber langsung dari istana. Suatu hal yang mustahil ditemukan pada pemerintahan sebelumnya.  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Walaupun pengguna internet di Indonesia masih kecil dibanding-kan dengan negara lain, namun langkah maju ini bisa menjadi awal yang baik untuk membangun sebuah sistim komunikasi dan informasi yang efisien dan efektif dalam rangka menjalin kedekatan antara Presiden dan rakyatnya. Dengan cara itu, Presiden diharapkan bisa mengefektifkan kepemimpinannya tanpa harus membuang banyak waktu dan tenaga di lapangan hanya sekedar menjelaskan kegiatan apa yang telah dilakukan dan apa yang akan dilakukan selanjutnya. Situs ini bisa menjadi acuan yang valid bagi semua pihak yang selalu mengikuti gerak langkah sang Presiden ke mana pun beliau pergi dan di mana pun beliau berada. Jangkauannya tidak hanya berskala nasional tapi juga internasional. Artinya informasi kegiatan sang Presiden dapat diakses oleh masyarakat Indonesia baik di dalam maupun luar negeri serta masyarakat dunia secara global tanpa batasan ruang dan waktu. Agaknya Presiden SBY ingin menerapkan suatu model transparansi informasi kepada khalayak yang selama ini hanya bisa mengikuti beritanya lewat media cetak maupun elektronik.  Dengan cara seperti ini, masyarakat akan merasa dekat dengan pemimpinnya dan selalu ingin mengetahui apa yang akan dikerjakan pemimpin untuk rakyatnya.  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketika ‘sms’ presiden diluncurkan tahun lalu, terlihat begitu banyak anggota masyarakat yang ingin menyampaikan masalahnya kepada Presiden. Sampai-sampai terjadi overload pada HP beliau. Ini pertanda bahwa antusias masyarakat untuk berkomunikasi langsung dengan Presidennya cukup tinggi. Presiden tentunya merasa senang dan puas ketika menerima informasi dari masyarakat secara langsung. Model komunikasi seperti ini ternyata cukup efektif karena Presiden bisa langsung bertindak manakala ditemukan masalah-masalah serius yang menyangkut kepentingan rakyatnya. Tentunya Presiden tidak serta merta turun ke lapangan untuk membereskan persoalan rakyatnya itu melainkan diatasi sesuai dengan mekanisme atau sistem pemerintahan yang sudah ada, yaitu melewati pintu para pelaku pemerintahan baik di pusat maupun di daerah. Kehadiran situs pribadi Presiden SBY seolah melengkapi sistem komunikasi ’sms’  yang telah berjalan itu. Perbedaannya, situs tersebut lebih sarat informasi, jangkauannya luas, dapat diakses langsung non stop, informasi yang tersaji bersifat dinamis, realtime, variatif dan interaktif. Situs tersebut sekaligus men-jawab keinginan masyarakat yang selalu ingin mendapatkan informasi yang terkini seputar kegiatan Presiden dan berkomunikasi secara interaktif dengan Presiden walaupun tidak berhadap-hadapan. Secara tidak langsung, masyarakat pun digiring untuk selalu meningkatkan pengetahuan mereka terhadap pemanfa-atan teknologi informasi dan komunikasi. Di era modern sekarang ini, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi sudah menjadi kebutuhan tersendiri yang tak terelakkan lagi. Oleh karena itu, terobosan Presiden untuk memanfaatkan teknologi ini dalam rangka mendekati rakyatnya menurut hemat penulis adalah sudah tepat. Meskipun teknologi internet ini belum bisa menjangkau seluruh pelosok tanah air  hingga ke pedalaman, namun keinginan Presiden untuk memanfaatkan kecanggihan teknologi ini patut disambut dengan tangan terbuka. Setidaknya ada lebih kurang 16 juta orang yang bisa mengakses situs tersebut. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Memang secara kuantitas, jumlah itu belum sebanding dengan jumlah penduduk Indonesia yang telah mencapai 220 juta jiwa. Artinya masih sangat sedikit pengguna internet di Indonesia.  Namun kalau jumlah pengguna itu dibandingkan dengan beberapa negara tetangga, maka Indonesia termasuk negara yang pengguna internetnya terbesar. Jumlah ini akan terus meningkat pada waktu-waktu mendatang seiring dengan semakin banyaknya orang membutuhkan informasi sesuai dengan kepentingan mereka. Selain itu, kemudahan, kecepatan dan sisi ekonomis juga menjadi pertimbangan masyarakat untuk beralih menggunakan internet dalam berkomunikasi. Di masa pemerintahan orde baru dulu, masyarakat hanya bisa mengadu masalahnya lewat kotak pos 5000.  Cara komunikasi via pos ini ternyata tak sedikit mengece-wakan rakyat karena banyak aduannya yang tak bisa direspon dengan cepat. Itu sebabnya, rakyat berbondong-bondong meninggalkan cara itu. Era itu kini telah berlalu dan digantikan dengan era komunikasi digital. Hasilnya respon masyara- kat cukup positif dan sangat antusias setelah pemerintahan SBY membuka kran komunikasi langsung dengan masyarakat melalui teknologi informasi dan komunikasi khususnya pemanfaatan layanan singkat ’sms’  dan website pribadi Presiden.  Nilai efektifitas website Presiden tentu akan lebih tinggi lagi jika eksistensinya tidak hanya sebagai sarana penyebarluasan informasi semata, melainkan juga wadah bagi masyarakat untuk berkomunikasi secara interaktif misalnya, dengan membuka layanan email khusus presiden, memberikan komentar, masukan, saran dan pendapat terhadap setiap permasalahan  yang dihadapi oleh bangsa dan negara Indonesia. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dengan demikian, Presiden akan semakin mendapat tempat di hati rakyatnya karena sikapnya yang senantiasa terbuka dan mau mendengarkan keluhan serta suara hati rakyatnya sendiri. Sekali lagi, implementasi teknologi informasi dan komunikasi kini terbukti mampu menjadi media perekat hubungan antara Presiden dan rakyatnya secara efisien dan efektif.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11030543-1770684869511775793?l=teknologi-informasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teknologi-informasi.blogspot.com/feeds/1770684869511775793/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11030543&amp;postID=1770684869511775793&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11030543/posts/default/1770684869511775793'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11030543/posts/default/1770684869511775793'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teknologi-informasi.blogspot.com/2007/08/mendekati-rakyat-dengan-teknologi.html' title='MENDEKATI RAKYAT DENGAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI'/><author><name>Muhamad Jafar Elly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0ZrRy74hjH0/SZAMX4UhkFI/AAAAAAAAAIo/lZ0e9T1i1tc/S220/foto_baru.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11030543.post-352371366775691177</id><published>2007-07-09T18:58:00.000-07:00</published><updated>2009-02-12T01:01:25.710-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;"CYBER CITY UNTUK JAKARTA, KENAPA TIDAK ?"&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;Oleh&lt;br /&gt;Muhamad Jafar Elly&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;Praktisi Teknologi Informasi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Sebagai ibu kota negara, Jakarta tak pernah diam membangun dirinya dalam berbagai sektor pembangunan. Dalam usianya yang ke-480 tahun ini, wajah Jakarta terus dipoles sedemikian cantiknya agar bisa sejajar dengan kota-kota besar lainnya di dunia. Berbagai infrastrukturpun dibangun dan dikembangkan sejalan dengan meningkatknya kebutuhan dan aktifitas penduduknya. Salah satu yang disorot saat ini adalah pembangunan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Untuk bidang yang satu ini, Indonesia boleh dibilang tertinggal jauh dari negara-negara tetangganya. Namun demikian, tidak berarti bahwa Indonesia tak mampu mengejar ketertinggalannya. Persoalannya adalah terletak pada kemauan politik yang kuat dari pemerintah untuk membangun infrastruktur pendukungnya termasuk juga pengembangan sumber daya manusia di bidang TIK tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Khusus untuk ibu kota negara, hal ini tak bisa ditawar-tawar lagi. Mengapa demikian? Karena pertama, Jakarta merupakan barometer kota metropolitan berskala internasional di mana segala kegiatan negara dan pemerintahan berada di kota ini. Kedua, mobilitas kerja warganya sangat tinggi dan serba cepat sehingga memerlukan teknologi informasi dan komunikasi yang mampu mempercepat penyelesaian tugas-tugasnya. Ketiga, ada kecenderungan atau tren perubahan model kerja masyarakat ke arah yang lebih dinamis sehingga mereka bisa bekerja secara fleksibel kapan saja dan di mana saja dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Yang terakhir inilah yang yang kini menjadi harapan sebagian besar warga Jakarta kepada pemerintah daerah DKI agar bisa menyediakan fasilitas hot spot wifi untuk layanan internet gratis tanpa kabel di sejumlah tempat di Jakarta yang banyak dilalui atau dikunjungi masyarakat. Intinya, masyarakat mendambakan kota Jakarta bisa "disulap" menjadi "Cyber City" sehingga mereka bisa bebas mengakses internet dan berkomunikasi dengan cepat tanpa batasan tempat, ruang dan waktu. Pertanyaannya, apakah mungkin menjadikan Jakarta sebagai Cyber City untuk kondisi saat ini? Jawabannya, mungkin saja, kenapa tidak !. Hal ini dimungkinkan karena salah faktor pendukung utamanya yakni infrastruktur telekomunikasi di Jakarta tampaknya sudah cukup memadai untuk menunjang implementasi cyber city tersebut.&lt;br /&gt;Tentunya implementasi ini harus diikuti dengan aturan penggunaan internet secara ketat di ruang-ruang terbuka umum seperti tidak mengakses situs-situs porno secara terbuka dan lain-lain. Yang terpenting lagi keamanan ruang terbuka umum harus benar-benar terjamin sehingga masyarakat tidak merasa khawatir menggunakan laptopnya secara bebas di ruang terbuka tersebut. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Cyber city merupakan salah satu konsep kota modern berbasis teknologi informasi yang kini telah banyak diterapkn di sejumlah kota besar di seluruh dunia. Ini sebagai konsekuensi logis dari kemajuan teknologi informasi dan komunikasi serta meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk mengakses informasi dan berkomunikasi dengan mudah dan cepat. Sebagai bagian dari kota modern, Jakarta harus bisa menerapkan konsep cyber city untuk memenuhi kebutuhan warganya mengakses internet secara lebih luas dan tidak lagi terbatas pada kalangan tertentu saja. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun juga bangsa Indonesia umumnya dan warga Jakarta khususnya kini berada dalam abad informasi di mana setiap orang memiliki peluang yang sama untuk menjalin pergaulan secara luas baik nasional maupun internasional. Implementasi cyber city juga bisa membantu masyarakat dalam memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi. Dalam hal ini, masyarakat akan semakin pandai menggunakan internet dalam jumlah yang besar. Pemasangan hot spot wifi di sejumlah tempat terbuka seperti taman-taman kota, tempat-tempat olahraga, lokasi bandara, pelabuhan, terminal bis, pusat-pusat perbelanjan modern dan tempat-tempat wisata lainnya akan semakin memudahkan masyarakat untuk beraktifitas secara lebih leluasa dalam satu waktu yang bersamaan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Berwisata sambil berkirim email, menyantap makanan sambil mengerjakan tugas kantor, duduk di kendaraan sambil chatting dengan koleganya dan sebagainya adalah contoh-contoh aktifitas yang sering dijumpai di tengah masyarakat ibu kota saat ini. Pekerjaan kantornya dapat diselesaikan kapan saja mereka dikehendaki. Pendeknya, aktifitas apapun yang dilakukan tidak akan mengganggu pekerjaan intinya di kantor. Model kerja dinamis seperti ini sangat cocok diterapkan di Jakarta di mana mobilitas kaum profesionalnya, pebisnisnya, pendidiknya termasuk juga para mahasiswanya sangat tinggi. Bekerja secara parallel mungkin itu istilah yang paling tepat bagi para profesional di ibu kota. Mengapa demikian? Karena internet kini bukan lagi menjadi barang mewah yang hanya boleh digunakan oleh kalangan tertentu saja, melainkan telah menjadi suatu kebutuhan tersendiri bagi kebanyakan warga Jakarta yang menghendaki adanya layanan cepat yang serba digital. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Coba saja perhatikan, mulai dari sekadar mengakses informasi biasa hingga melakukan berbagai jenis transaksi bisnis sudah dapat dilakukan via internet termasuk di dunia pendidikan, perbankan, ketenagakerjaan dan sebagainya. Internet yang multifungsi ini perlahan tapi pasti berusaha mengubah perilaku atau budaya sebagian besar warga Jakarta dari pola-pola layanan konvensional menjadi layanan yang serba digital dan instant. Dengan kelebihannya itu pula, internet diprediksikan akan semakin diminati masyarakat sejalan dengan meningkatknya kebutuhan dan perkembangan teknologi informasi. Hal ini juga berarti akan membuka peluang besar bagi dunia bisnis teknologi informasi baik perangkat keras maupun lunaknya. Pelaku bisnis perangkat keras komputer ini tentu akan semakin bergairah kalau produknya bisa laris di pasaran. Salah satu kuncinya, pemerintah harus menerapkan konsep cyber city untuk Jakarta yang notabene merupakan kota tujuan wisata berkelas internasional. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mungkin saja akan timbul efek negative dari penerapan konsep ini. Namun sesungguhnya sisi positifnya jauh lebih besar daripada negatifnya. Semua akan kembali kepada kearifan masyarakatnya dalam memanfaatkan internet untuk hal-hal yang positif dan tentunya penegakan hukum yang tegas dari aparat pemerintah untuk menindak setiap pelaku dunia maya yang tidak bermoral dan bertanggung jawab. Jadi, untuk Jakarta yang telah berumur hampir lima abad ini, rasanya tidak ada alasan untuk tidak menerapkan konsep cyber city agar citranya sebagai kota metropolitan berkelas internasional semakin terangkat dan mampu menjadi daya tarik bagi turis manca negara untuk berkunjung ke Indonesia. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ini juga bisa menjadi pemikiran bagi calon gubernur DKI Jakarta yang akan datang. Siapa pun yang terpilih nanti hendaknya memiliki visi membangun Jakarta sebagai kota modern yang berbasis teknologi informasi. Jika pemikiran ke arah itu tidak dimiliki, maka penulis khawatir kota Jakarta tidak akan pernah bisa bersaing dengan kota-kota modern lainnya di dunia. Persoalan sosial ekonomi masyarakat ibu kota memang sangat kompleks. Namun hendaknya itu tidak menjadi halangan untuk mewujudkan cyebr city untuk Jakarta. Kenapa tidak..?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11030543-352371366775691177?l=teknologi-informasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teknologi-informasi.blogspot.com/feeds/352371366775691177/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11030543&amp;postID=352371366775691177&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11030543/posts/default/352371366775691177'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11030543/posts/default/352371366775691177'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teknologi-informasi.blogspot.com/2007/07/cyber-city-untuk-jakarta-kenapa-tidak.html' title=''/><author><name>Muhamad Jafar Elly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0ZrRy74hjH0/SZAMX4UhkFI/AAAAAAAAAIo/lZ0e9T1i1tc/S220/foto_baru.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
